Bandar Judi Bola Dan Casino Online - Xavi Hernandez beri tambahan dukungannya untuk klub yang berlaga di final Liga Champions. Sebagai pengagum Barcelona, Xavi mengaku dapat membantu Juventus ketimbang kudu membantu Real Madrid.
Real Madrid dapat bertemu dengan Juventus terhadap final Liga Champions 2016/17. Dua tim yang telah jadi juara di Spanyol dan Italia ini dapat saling bentrok terhadap Minggu 4 Juni mendatang di Stadion Milennium, Cardiff, Wales.
Xavi tentu saja pantang membantu Madrid. Statusnya sebagai legenda Barca membuatnya mengetahui betapa besar rivalitas dengan Madrid. Xavi tidak mendambakan sang rival mendapatkan hasil lebih baik dibanding Barca.
"Sebagai pengagum Barca, saya tidak mungkin membantu Madrid. Jika Madrid dapat jalankan dengan baik, bermakna Barca telah jalankan perihal yang buruk. Jadi saya dapat tetap memberi pertolongan terhadap Juve," kata Xavi kepada Bild.
"Juve layak mendapatkannya setelah prestasi yang telah mereka capai di dalam lebih dari satu tahun terakhir," sambungnya.
Tak cuma beri tambahan pertolongan terhadap Juve, Xavi terhitung mengumbar pujian untuk pemain andalan Si Nyonya Tua, Sami Khedira. Menurutnya, pemain layaknya Khedira benar-benar penting dan tidak banyak berharap pengakuan.
"Khedira jadi pemain yang tetap melayani Juve, posisinya termasuk seluruh ruang di lapangan. Hal terbaiknya darinya adalah dia pekerja keras, pendiam dan tidak banyak menuntut pengakuan," puji Xavi.
Mantan pemain Barcelona, Xavi Hernandez tidak menyaksikan ada pemain Barca yang punya pembawaan layaknya dirinya. Xavi justru menilai gelandang Real Madrid, Toni Kroos yang layak disebut sebagai penerusnya di lapangan.
Xavi merupakan keliru satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki oleh Barca maupun timnas Spanyol. Ia memang tidak punya kecepatan atau fisik yang kokoh. Tapi, Xavi punya visi yang benar-benar bagus di dalam mengirimkan umpan.
Melihat peran yang dimainkan oleh Kroos di Real Madrid, Xavi serasa menyaksikan apa yang pernah ia jalankan di Barca terhadap masa lalu. Xavi pun memberi label Kroos sebagai penerusnya di atas lapangan.
"Saya terasa Kroos adalah mesin bagi Real Madrid. Dia membawa tipe bermain yang membuat saya teringat terhadap diri saya sendiri. Kroos layaknya penerus saya di atas lapangan," kata Xavi kepada SportBlid.
Meski mengagumi tipe bermain Kroos, Xavi tidak kemudian dapat membantu Real Madrid untuk jadi juara di Liga Champions. Sebagai seorang yang punya ikatan dengan Barca, Xavi berharap Juventus dapat jalankan hal-hal hebat kala bertemu Madrid.
"Di final Liga Champions, saya adalah seorang Barcelona dan saya tidak dapat memberi pertolongan terhadap Madrid. Karena terkecuali mereka mendapatkan hasil yang baik, itu bermakna Barcelona jalankan dengan buruk."
"Saya berharap Juventus untungkan dikarenakan kerja keras yang telah mereka jalankan di dalam lebih dari satu tahun terakhir, mereka pantas untuk mendapatkannya [juara Liga Champions]," tutup Xavi.
Untuk memperbaiki dan mengembangkan blog ini menjadi lebih baik, mari bersama - sama kita bangun, caranya? Apabila kamu menemukan link yang mati/sudah tidak berfungsi atau gambar yang sudah tidak muncul/expire, silahkan hubungi kami disini. Laporan anda sangat berpengaruh pada perkembangan blog ini.Tanks atas perhatiannya
GET UPDATE VIA EMAIL
Dapatkan kiriman artikel yang terbaru
Dari Kami langsung ke email anda!
Dari Kami langsung ke email anda!



0 comments:
Post a Comment